Setiap daerah dan masyarakatnya memiliki daya tarik dan keunikannya tersendiri. BIT menghadirkan potret-potret kehidupan Masyarakat Adat Dayak maupun aktivitas Staf BIT bersama mereka yang menarik untuk diketahui
Ibu-ibu dari Tumbang Samui di parade tahunan Hari Tani. Mereka memakai baju dan peralatan yang mempresentasikan asal desanya.
Staf BIT dan warga berkumpul di area tepi sungai di Desa Tumbang Oroi seusai pembuatan dokumenter Land of Our Life. Beberapa warga desa masih menggunakan transportasi air.
Bapak Geter dari desa Tumbang Oroi memainkan suling tradisional di pinggiran sungai untuk latar suara di dokumenter Land of Our Life yang diproduksi oleh Yayasan Borneo Institute.
Bagi Masyarakat Dayak yang menganut kepercayaan tradisional Kaharingan, mereka menyimpan tulang orang yang sudah meninggal di tempat seperti rumah kecil, yang dinamakan Sandung.
Tas purun sering digunakan oleh Orang Dayak untuk membawa berbagai macam barang. Tas purun terbuat dari rumput purun yang banyak tumbuh di lahan gambut berair khas Kalimantan Tengah
Ketika Masyarakat Dayak ingin mengambil keputusan-keputusan penting, mereka mengadakan Pumpung Hai, sebuah pertemuan umum yang melibatkan seluruh orang desa, terbuka untuk wanita dan pria